Cara Mempercepat Pengecambahan Biji Pala


bibitduren.com – Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia, Maluku merupakan pusat asal tanaman pala dengan keragaman yang tinggi. Ciri-ciri benih pala yang telah cukup umur untuk dijadikan benih dapat dilihat dari penampilan buah dengan warna kuning kecoklatan dan atau buah sudah menunjukan adanya tanda-tanda retak (belah), tekstur kulit buah agak kasar, apabila dibelah kelihatan warna fuli merah menyala, warna biji coklat kehitaman dan mengkilap, dan biji keras. Tanaman  pala  memerlukan  iklim  tropis  yang  panas  dengan  curah  hujan   yang tinggi. Daerah-daerah pengusahaan tanaman pala memiliki fluktuasi suhu yang berbeda-beda yaitu berkisar antara 180C-340C, suhu yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman pala antara 250C – 300C., tanaman pala akan berkembang dengan baik di daerah tropis dengan kisaran (fluktuasi) suhu yang tidak besar. Tanaman pala memerlukan tanah yang subur dan gembur, terutama tanah-tanah vulkanis, miring atau memiliki pembuangan air, atau drainase yang baik. Tanaman pala akan tumbuh baik pada tanah yang bertekstur dari pasir bercampur lempung. Keadaan pH tanah dengan kemasan sedang sampai netral (pH 5,5-7,0) sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman pala, karena kimia maupun biologi  tanah berada pada titik optimum. (Anonymous, 2008).

Pada dasarnya perbanyakan tanaman pala dapat dilakukan dengan  beberapa  cara, salah satunya perbanyakan dengan biji. Biji-biji pala yang akan digunakan sebagai benih harus memenuhi beberapa syarat antara lain :

  1. Harus berasal dari pohon induk terpilih,
  2. Biji segar matang panen berwarna coklat muda dan tertutup penuh dengan seludang fuli yang berwarna merah,
  3. Biji yang kering berwarna coklat tua sampai hitam mengkilap dengan bobot minimal 50 gram/biji, serta tidak terserang hama dan penyakit. Setelah pemetikan haruslah disemaikan dengan selambat-lambatnya ± 24 jam.

Untuk mendapatkan benih dengan daya kecambah yang tinggi sebaiknya biji diambil dari pohon induk yang letaknya berdekatan dengan pohon yang berbunga jantan. Biji pala termasuk benih rekalsitran yang cepat menurun daya kecambahnya, sehingga untuk produksi benih tahap perkecambahan cepat penting untuk diperhatikan dengan baik. Benih pala yang baik untuk dikecambahkan harus memenuhi tahapan/kriteria sebagai berikut :

1. Seleksi buah

Panen dengan memilih benih yang matang petik dan bebas hama penyakit;

2. Seleksi selaput fuli

Dipilih yang tebal, tempurung mengkilat berwarna hitam kecoklatan, tidak keriput;

3. Seleksi biji

Biji dipilih yang berwarna hitam kecoklatan, tidak keriput, mengkilap, bulat dan besar;

4. Dikeringanginkan selam 24 jam.

Beberapa teknik telah diujicobakan untuk mempercepat waktu perkecambahan pala. Salah satunya dilakukan dengan cara skarifikasi/pelukaan mata tunas. Tahapan pengecambahan biji pala dengan metode skarifikasi, adalah sebagai berikut :

  1. Persiapkan kotak atau bedengan pengecambahan dengan lebar 0,50-1 m, yang telah diisi dengan media kecambah dari pasir, serbuk gergaji dan sabut kelapa yang sudah steril, diaduk secara merata;
  2. Benih pala hasil seleksi diberi perlakuan pemecahan kulit/batok pangkal biji, sehingga retak/terbelah/mengelupas dengan tidak merusak daging bijinya. Dapat juga dilakukan dengan pengikiran batok pangkal biji menggunakan kertas ampelas/alat pengikir, sehingga tipis (± 2,5-3 mm, tergantung tebal tipisnya batok biji pala).
  3. Pengecambahan biji dengan meletakan biji pala dalam bentuk barisan yang teratur dengan mata tunas menghadap pada satu sisi yang sama, setelah berumur 4-8 minggu bakal akar sudah keluar dengan diikuti keluarnya kecambah,  selanjutnya bisa dipindahkan ke polibag.
  4. Siram   biarkan   selalu   lembab, kemudian  letakan   benih   pala   secara  berbaris benih yang baru diseleksi dengan jarak berdekatan (0,5 x 1 cm atau 1 x 1 cm).

Mata tunas dan radikula akan tumbuh 2-4 minggu hari setelah proses pengikiran dan ditumbuhkkan pada media tumbuh untuk menandakan benih pala tumbuh dengan baik.

Referensi

Anonymous, 2008. Pedoman Teknis  Budidaya  Pala. Jakarta:   Direktorat   Jenderal Perkebunan.

Hadad M, dan Auzay Hamid.,1990. Mengenal Berbagai Plasma Nutfah Pala Di Daerah Maluku Utara.

Hadad, M.  E.A. 1991.  Keragaan   Plasma   Nutfah  Pala  Di   Propinsi   Maluku   Hasil Eksplorasi  Dan  Pelestarian  1990/1991. Makalah pada  seminar plasma nutfah tanaman  hortikultura,  industri   dan  pangan.  Puslitbangtan.  September 1991. Bogor : 12

oleh Erick M Luhukay

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *