Bibit Durian

Menjual Aneka Bibit Tanaman Buah

Bibit Durian - Menjual Aneka Bibit Tanaman Buah

Budidaya Cengkeh

bibitdurian.masandry.com - Deskripsi

budidaya tanaman cengkeh, cengkeh, tanaman cengkeh, biji cengkehCengkih atau Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkih adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Cengkih ditanam terutama di Indonesia (Kepulauan Banda) dan Madagaskar; selain itu juga dibudidayakan di Zanzibar, India, dan Sri Lanka. Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Maluku Utara.
Syarat Tumbuh
  • Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur, solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan andoso.
  • Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5-6,5.
  • Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh berkisar 1.500-2.500 mm/tahun serta bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu antara 25-34ºC kelembaban (RH) 80-90%.
  • Ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cengkeh berkisar antara 200-600 meter diatas permukaan laut (dpl).
Persiapan Bibit
Untuk menghasilkan bibit cengkeh yang bermutu, bahan tanaman perlu dipersiapkan dengan baik sejak dini, mulai dari pemilihan pohon induk, benih, persemaian sampai pembibitan.
Tipe cengkeh yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain Zanzibar, Sikotok dan Siputih. Namun, yang banyak disukai oleh masyarakat adalah jenis Zanzibar karena produktivitasnya lebih tinggi.
Syarat Pohon Induk
Pada umumnya cengkeh dikembangkan secara generatif melalui biji yang diperoleh dari pohon induk yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :Sehat,Berumur > 15 tahun, Bentuk mahkota bagus (penu-tupan tajuk >80%), Hasil rata-rata terus naik, Jauh dari tipe cengkeh lainnya, Tidak terlindungi, Percabangan cukup banyak, Batang utama tunggal, Bebas hama penyakit.
Pembenihan
Benih yang digunakan memiliki kriteria : benih masak fisologis (warna kuning muda sampai ungu kehitaman) atau telah berumur 9 bulan, berat 0.85-1.1 g, tidak cacat, tidak berlendir, harus tumbuh dalam waktu 3 minggu setelah semai, tidak benjol-benjol (yang menandakan benih terinfeksi penyakit cacar daun cengkeh).Sebelum disemai kulit buah dikupas untuk menghindari terjadinya fermentasi yang dapat merusak viabilitas (daya kecambah) benih. Pengupasan kulit buah dilakukan dengan  hati-hati agar kulit  benih tidak terluka.
 Pengupasan dilakukan  dengan tangan atau pisau yang tidak terlalu tajam. Setelah pengupasan, benih direndam dalam ember berisi air selama ± 24 jam, dan dilanjutkan dengan pencucian. Selama pencucian benih diaduk dan digosok dalam air, dengan mengganti air cucian 2-3 kali untuk menghilangkan lendir yang menempel pada kulit benih.
Persemaian

  • Persemaian dilakukan untuk menciptakan suatu kondisi yang paling baik agar benih dapat berkecambah dengan baik serta bersih dari hama dan penyakit. Persemaian memerlukan media tanam yang gembur untuk pertumbuhan benih selama 2 bulan.
  • Disiapkan bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan serta keadaan tempat, melintang utara-selatan. Jarak antar bedengan 30-50 cm. Setiap bedengan dibatasi oleh saluran pembuangan air (dalam 20 cm dan lebar 30 cm) untuk menghindari genangan dan memudahkan penanaman serta pemeliharaan.
  • Biji-biji ditanam dengan jarak 5×3 cm dengan ujung teratas benih tepat dipermukaan tanah, tidak boleh terbalik dan 2 atau 3 minggu kemudian biji akan mulai berkecambah.
  • Untuk mengurangi intensitas cahaya matahari dan siraman air hujan, bedengan diberi atap yang terbuat dari anyaman bambu, daun kelapa, jerami, alang-alang atau paranet yang dapat menahan intensitas matahari sebesar 75%. Atap sebaiknya dibuat dengan ukuran yang lebih tinggi menghadap ke timur.
  • Tanah bedengan dicangkul dan digemburkan sedalam 20-30 cm, apabila kandungan liatnya terlalu tinggi dapat dilapisi pasir setebal 3-5 cm.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat menyemai benih dan pemindahan bibit cengkeh adalah :

  • Sebelum penanaman dibuat lubang kecil berdiameter ±0.8-1.0 cm, dengan jarak semai 5×5 cm.
  • Benih disemai dengan posisi bagian yang agak meruncing berada di atas kemudian ditutup tanah dengan ketebalan 1 cm. Posisi benih yang terbalik akan menyebabkan pertumbuhan kecambah terhambat dan akar menjadi bengkok.
  • Untuk menjaga kelembaban yang tinggi pesemaian disiram 2 kali sehari (tergantung kondisi cuaca). Penyiraman tidak boleh langsung agar tidak merubah posisi biji. Untuk menahan percikan air siraman pesemaian ditutup dengan karung goni.
  • Bila setelah 3 minggu benih masih tidak tumbuh, sebaiknya dibuang.
Penanaman Bibit
Pemindahan bibit dari persemaian ke pembibitan dapat dilakukan setelah bibit berumur 1-2 bulan atau telah berdaun 4-7 helai. Bibit yang dipilih mempunyai daun berwarna hijau sampai hijau tua mengkilap. Pada permukaan daun tidak terdapat bercak daun serangan Cylindrocladium dan Gloesporium. Selain itu juga tidak ada gejala serangan penyakit cacar daun yang disebabkan oleh cendawan Phyllostica sp. Pada waktu pemindahan bibit diusahakan akar tidak rusak/putus, dan tanah/pasir yang melekat di permukaan akar jangan sampai rontok. Penanaman bibit di pembibitan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
a. Langsung di bedengan

  • Cara penyiapan lahannya sama dengan persemaian namun diberi pupuk kandang sebanyak ±20 kg/m2.
  • Bedengan diberi atap yang dapat menahan 50% cahaya matahari yang masuk, dengan tinggi naungan sebelah timur 2 m dan di barat 1.5 m.
  • Jarak tanam 20×20 cm (apabila bibit akan dipindah ke kebun pada umur 1 tahun), dan 40×40 cm (apabila bibit akan dipindah ke kebun setelah berumur 2 tahun).
  • Bibit dipindahkan ke kebun dengan cara diputar.
  • Sebelum pemutaran, tanah pada bedengan disiram secukupnya.

b. Menggunakan polybag

  • Disiapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, ukuran polybag 15×20 cm (bibit sampai umur 1 tahun) atau 20×25 cm (bibit sampai umur 2 tahun), selanjutnya ditempatkan secara teratur di pembibitan dengan jarak 30×30 cm atau 30×40 cm.
  • Pembibitan diberi naungan berupa tanaman hidup atau naungan buatan seperti pada persemaian.
  • Setelah bibit berumur 1-2 tahun dapat dipindah ke kebun.
Pemeliharaan Bibit
Pemeliharaan yang perlu dilakukan di pembibitan antara lain :

  • Penyiraman, dilakukan seperlunya dan diiusahakan agar tidak terlalu basah.
  • Menggemburkan tanah di sekitar batang tanaman. Penggemburan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran.
  • Menjaga agar saluran pembuangan air disekitar pesemaian tetap baik (air tidak sampai menggenang).
  • Kerapatan naungan sebaiknya dikurangi secara bertahap menurut kebutuhan dan perkembangan umur bibit (50% pada umur 6 bulan dan 40% pada umur 10 bulan), untuk mencegah timbulnya penyakit (jelaga, bercak daun kuning kecoklatan, bercak daun merah coklat) dan memperkokoh pertumbuhan bibit.
  • Gulma yang tumbuh di pembibitan disiang bersih.
  • Pemupukan diberikan setelah bibit berumur 3-4 bulan menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis 1 g/bibit dan pemupukan berikutnya 4 bulan sekali dengan dosis 2 g/bibit. Dapat juga ditambah dengan menyemprotkan pupuk daun dengan dosis 6-8 g/liter air setiap 2 minggu sekali.
  • Pengendalian hama atau penyakit dilakukan apabila ada serangan.

Pemilihan bibit

Untuk mendapatkan tanaman yang sehat bibit perlu diseleksi. Beberapa kriteria yang digunakan untuk seleksi bibit cengkeh adalah :

  • Tinggi bibit minimal 60 cm (umur 1 tahun) dan 90 cm (umur 2 tahun).
  • Sehat (tidak terserang hama penyakit dan kekurangan hara).
  • Mempunyai akar tunggang yang lurus dan sehat dengan panjang ±45 cm serta akar cabang 30-35 buah.
  • Mempunyai batang tunggal.
  • Jumlah rata-rata percabangan 7 pasang, jumlah daun 63 pasang dan warna daun dewasa hijau tua.
Penanaman
1. Persiapan Lahan

  • Pembersihan lahan yang dilanjutkan dengan pegolahan tanah.
  • Pembuatan lubang tanam, ukuran yang biasa digunakan panjang, lebar dan kedalaman masing-masing berkisar antara 60-80 cm (60x60x60 cm atau 80x80x80 cm atau 80x80x60 cm)
  • 2 minggu-1 bulan sebelum tanam diberi pupuk kandang sebanyak 5-10 Kg/pohon.
  • Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.

2. Jarak Tanam

  • Jarak tanam yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah.
  • Jarak tanam yang biasa digunakan adalah sekitar 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon atau 8 m x 8 m = 156 pohon.

3. Pola Tanam

  • Penanaman dilaksanakan pada awal musim hujan.
  • Pola tanam campuran (polykuntur) dengan system tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12×5 m atau 14×6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela/campuran.
  • Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum produktif dan atau kurang produktif.
Pemeliharaan Tanaman
Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis.
1.Pengelolaan Lahan dan Tanaman.

  • Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.
  • tanaman cengkeh umur 1-5 tahun merupakan periode yang kritis, sekitar 10-30% tanaman yang telah ditanam dilapangan mengalami kematian atau perlu diganti/disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.
  • Penggemburan tanah disekeliling tanaman didaerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurangnya 2 kali setahun, pad awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.
  • Gulma/alang-alang harus dibersihkan sampai akar-akarnya dengan cangkul/garpu atau dengan penyemprotan herbisida.

2. Pengaturan Naungan

  • Pada stadia awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan naungan yang cukup, berupa naungan buatan/sementara.
  • Naungan buatan diadakan maksimal untuk dua periode musim kemarau setelah penanaman.

3. Penyulaman.

  • Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.
  • Bibit sulaman yang dignakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.

4. Penyiraman

  • Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adnya penyiraman.
  • Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.

5. Pemasangan mulsa

  • Untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi lebih baik bagi pertumbuhan akar.
  • Dilakukan menjelang musim kemarau.

6. Pemupukan.

  • tujuan pemupukan adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatnya produksi cengkeh setelah panen.
  • Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk.
  • Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet.
  • Pupuk anorganik berbentuk butiran (Urea, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian dibawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir menjelang musim hujan.
  • Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang dibawah proyeksi tajuk dan 4 lubang tual dibawah tajuk bagi andalam) sedalam 10-15 cm. Pupuk tablet hanya diberikan setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.

Pengendalian Hama dan Penyakit.
Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cengkeh, bahkan pada serangan berat dapat menyebabkan kematian. Hama yang umum menyerang tanaman cengkeh adlah penggerek, perusak pucuk, perusak daun dan perusak akar. Sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain : Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC), Cacar Daun Cengkeh (CDC), Die back (mati ranting), embun jelaga.
Untuk pengendaliannya dapat digunakan insektisida/fungisida sesuai anjuran.

Panen
Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60-70%. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandanya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat. Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan kedalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bambu, serta tidak merusak daun disekitarnya pada waktu pemetikan. Waktu panen sangat berpengaruh terhafdap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta miyak atsirinya. Saat pemetikan bunga cengkeh yng tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar, pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh kering yang keriput, kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak). Sedangkan apabila pemetikan terlambat (bunga sudah mekar) setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah, tanpa kepala serta rendeman rendah.

Penanganan Bunga Cengkeh
Sebelum dikeringkan, bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai/gagang dan dikeringkan secara terpisah. Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik, bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh segera dikeringkan.
Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dipanas matahari langsung atau menggunakan pengering buatan.

  • Bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar, anyaman bambu (giribig) atau plastik, atau pada lantai jamur yang diberi alas plastik.
  • Selama proses pengeringan cengkeh dibolak-balik agar keringnya merata.
  • Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10-12%.
  • Lamanya waktu penjemuran dibawah sinar matahari sekitar 3-4 hari.
Cengkih/Cengkeh
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Filum: Angiosperms
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Genus: Syzygium
Spesies: S. aromaticum
Nama binomial
Syzygium aromaticum
(L.) Merrill & Perry

Peluang Usaha Budidaya Durian

zv7qrnb

bibitdurian.masandry.com – Peluang bisnis durian sangat bagus. Bahkan Indonesia memiliki varietas yang beragam dan berbuah sepanjang tahun. Dengan penanganan yang profesional dan dibantu oleh kemudahan-kemudahan dari pemerintah durian Indonesia mampu menguasai pasar dunia. Durian lokal memiliki keunggulan rasa yang khas. Meskipun banyak masuk durian import seperti dari thailand, durian lokal tetap memiliki penggemar tersendiri. Dengan pemilihan bibit yang unggul serta tehnik pemeliharaan yang baik menjadikan durian lokal mampu bersaing dengan durian mancanegara lainnya, sehingga sudah sepatutnya budidaya durian ini dijadikan peluang bisnis yang berprospek bagus.

budidaya durian (97), bisnis durian (81), cara stek durian (69), cara berkebun durian (67), berkebun durian (61), bertanam durian (57), perkebunan durian (49), cara okulasi durian (44), tips membeli bibit tanaman (44), okulasi durian (42), stek durian (38), CARA MENYETEK POHON DURIAN (37), tumbuhan yg bisa di cangkok (34), cara stek rambutan (33), cara menyetek durian (32), menanam durian (32), budidaya durian monthong (29), cara pembibitan durian (29), CARA MENANAM DURIAN (28), obat perangsang buah durian (27), macam durian (27), cara stek pohon durian (26), pupuk perangsang buah (25), cara mencangkok yang baik dan benar (24), bibit duren (23), memilih bibit durian (23), usaha durian (22), agar pohon durian cepat berbuah (22), macam-macam durian lokal (22), cara agar pohon durian cepat berbuah (21), budi daya durian (21), bisnis durian montong (19), cara budidaya durian (19), perawatan durian (18), budidaya durian lokal (18), pembibitan durian (18), MERAWAT DURIAN (18), peluang bisnis durian (16), cara merawat durian (16), pupuk perangsanb buah durian (15), gambar pohon duren (15), tanaman kelengkeng (15), berapa lama durian berbuah (15), perangsang buah durian (15), pengolahan durian (14), cara menyetek (14), pupuk perangsang buah durian (14), cara mengokulasi durian (14), cara pemeliharaan durian (13), pohon industri durian (13), cara menanam biji durian (13), cara menanam pohon durian montong (13), perawatan durian montong (13), tanah yang cocok untuk durian (13), makalah budidaya rambutan (13), lele (13), berkebun duren (13), cara menanam durian agar cepat berbuah (12), 3 cara memelihara tanaman buah saat mulai berbunga (12), budidaya duria merah (12), macam-macam durian (12), budidaya tanaman duku (12), tanam durian (11), cara OKULASI tanaman (11), proposal pembibitan durian (11), agar buah pepaya subur manis dan besar (11), analisa budidaya durian (11), karakteristik zpt (11), jarak tanam durian montong (11), durian cepat berbuah (11), cara menyetek pohon (11), cara memelihara durian (11), Cangkok durian (10), cara menanam pohon durian (10), merawat pohon durian (10), mengembangbiakan tumbuhan dengan cara menanam sebagian ranting ke dalam tanah (10), Peluang berkebun buah (10), tanaman duku (10), makalah durian (10), Cara cangkok durian (10), bisnis duren (10), makalah penanaman pohon (10), gambar tanaman keras (10), macam macam durian (10), obat perangsang akar (10), cara menyemai biji durian (10), obat perangsang buah (9), stek alpukat (4), cara penyambungan mangga dan obat (3), penggunaan atonlk 65 l untuk stek tanaman (3), tumpang sari tanaman lengkeng (3), bahan perangsang durian biar cepat masak (3), Supaya durian berbuah (3), analisa usaha duren monthong (2), cara okulasi durian montong (2), Cara menstek phn durian (2), obat yang dapat mempercepat proses penyambungan pada tumbuhan (2), Cara mencangkok lengkeng (2), cara menanam duren montong kelengkeng (2), Cara tanam pohon yang baik dan cepat berbuah (2), cara menyetek kelengkeng (2), analisa usaha durian monthong (2), Cara menyetek dukuh (2), Bagaimanakah ciri-ciri tanah yang subur ? (2), Pupuk untuk buah durian (2), cara menanam dan merawat pohon cengkeh agar berbuah (2), Kerugian berkebun durian (2), cara merawat bibit pohon durian (2), durian cangkokan (2), Cara memperoleh bibi durian unggul (2), Percepat pembuahan tanaman lengkeng (2), masa pemupukan kebun sawit yg baru dtanam (2), Budidaya jeruk santang biar cepat buah (2), nama obat yang dipakai untuk mempercepat penyambungan pada tanaman berkayu (2), budi daya buah durian di tanah liat (2), teknik membuat obat perangsang tanaman buah (2), penyetekan durian (2), Obat untuk mempercepat tunas tanaman (2), durian cangkok (2), cara berkebundurian (2), Durian bisa di cangkok (2), pohon durian stek (2), perangsang durian (2), durian bangkok cangkok (2), Cara cangkok tanaman durian dan gambar (2), perangsang akar setek dari bawang putih (2), Perangsang buah ubi kayu (1), pengusaha kebun lengkeng (1), menanam cingkeh agar cepat berbuah (1), mencangkok kakao (1), perangsang akar paling bagus (1), Menanam durian bibit biji (1), menanam durian cangkok (1), perangsang buah dengan tehnik infus (1), perangsang alami tanaman cabe (1), perangsang akarorganik (1), perangsang akar cangkok (1), obat agar durian mau berbuah (1), mencangkok durian (1), Pengolahan tanah untuk tanaman durian (1), merk obat untuk pepaya agar cepat tumbuh (1), obat perangsang agar durian berbuah (1), obat supaya mangga cepat berbuah (1), Obat perangsang untuk okulasi (1), Obat perangsang untuk budidaya pohon mangga (1), obat perangsang tunas kopi (1), Obat perangsang tanaman tomat (1), nama obat peangsang akar (1), nama obat untuk mempercepat penyambungan pada tumbuhan (1), obat perangsang pada durian (1), nama pupuk perangsang buah (1), obat peranGsang okulasi biar tumbuh bagus (1), Obat buah durian supaya manis (1), obat okulasi (1), Obat perangsang buah agar cepat berbuah (1), Merk obat perangsang utk tanaman cabai (1), obat untuk mencangkok (1), merawat pohon durian yang sedang berbunga (1), mengurangi jumlah tunas durian agar memperoleh buah durian yang besar (1), menyambungkan kelengkeng di pohon rambutan (1), pencbngkokan durian montong (1), penanaman/perawatan cingkeh agar cepat berbuah (1), Menyemai biji alpukat (1), pemupukan tanaman kemarau (1), Pemupukan kandang durian okulasi (1), Pemilihan bibit/benih untuk tanaman durian (1), Pemilihan bibit/benih durian (1), merawat durian okulasi (1), PEMBERIAN ZPT SUPAYA BUAH TUMBUH BESAR (1), Okulasi tanaman cengkeh (1), obat-perangsang-buah (1), Obat utk pucuk daun mengering pada durian (1), obat untuk mencangkok tanaman (1), obat perangsang akar cangkok (1), tanaman pohon duren jangka waktu berbuah dari biji (1), teknik membuat perangsang tanaman buah (1), teknik mencangkok dan memindahkan cangkokan dilahan (1), teknik penanaman durian belanda (1), teknik stek pohon (1), teknik stek tempel (1), tips agar durian cepat berbuah (1), tips pemupukan durian monthong (1), tumpang sari pohon pepaya (1), Tunas pohon durian monthong lambat tumbuh (1), teknik membuat perangsang buah (1), Tekni mambuat perangsang buah (1), Tehnik Okolasi bibit durian (1), Tanaman tahunan pohon durian berumur pendek (1), Tanaman yang cocok di tanah ganbut (1), Tanaman yg cocok di tanah berbukit (1), tanaman yg cocok tanah merah atau liat (1), Tata cara budidaya tanaman (1), tata cara menanam pohon durian (1), tata cara menjadikan tanah subur kembali (1), tata cara okolasi lengkeng (1), tata cara okulasi pohon kopi (1), Umur berapa cengkeh berbuah (1), Umur berapa pohon durian bisa dipaksa berbuah (1), www cara memangkas tanaman durian pertama sampai berbuah (1), www duren tunasnya berapa lama (1), www macam2 durian (1), www merawat durian yang mulai berbunga (1), www obat apa yang paling bagus dipake peransan coklat (1), Www pohonduren com (1), www tips alpukat cepat berbuah com/ (1), you tobe durian sitokong (1), zat alami perangsang buah (1), www cara cepat msak durian (1), www berapa usia mangga sudah bisa berbuah com (1), www berapa tahun kah? kakau berbuah com (1), umur berapa tahun mangga berbuah dan apa obat perangsang buah (1), Umur berapakah pokok durian berbuah (1), umur cangkok bisa ditanam (1), untung bisnis duren (1), usaha bersama tanam durian (1), usaha pertanian duria (1), Usia pohon cengkeh hasil stek (1), www berapa hari menanam biji melon sampai berbuah com (1), www berapa tahun alpokat berbunga tips (1), zpt untuk okulasi tumbuhan (1), Perangsang Okulasi tanaman (1), pupuk apa yang bisa membuat cengkeh cepat berbuah (1), pupuk apa yg dibutuhkan tanaman jeruk kemarau (1), pupuk buah yang cepat (1), pupuk membuat tanaman keras tumbuh pesat (1), umur berapa pohon bisa di cangkok (1), pupuk perangsang buah durian biar cpt berbuah (1), pupuk perangsang buah mangga (1), Pupuk untuk durian agar cepat berbuah (1), pupuk untuk durian monthong (1), pucuk daun rambutan mengering (1), prospek bisnis perkebunan durian lengkeng jeruk (1), proses mengokulasi tanaman rambutan (1), perawatan durian agar cepat berbuah (1), Stek tanaman durian (1), perawatan durian lokal (1), perawatan pohon belimbing saat berbunga (1), Perbanyakan stek alpukat (1), pertumbuhan tanaman cabai pada suhu berapa (1), pohon durian cangkokan (1), Pohon durian dicangkok (1), pohon yang disayat cepat besar (1), Pupuk yang dipakai buat durian montong (1), pupuk yg tepat agar phon mangga cpt berbuah (1), supaya tomat cepat brbuah (1), syarat kebun durian montong (1), Tahapan pengolahan tanah untuk menanam durian (1), tanah dan daerah yang baik dan sesuai untuk berkebun durian (1), tanah yang cocok untuk tanaman durian (1), tanam durian biji (1), Tanaman alpukat berapa tahun baru berbuah (1), Tanaman berumur berapa tahunkah agar bisa dicangkok (1), Tanaman buah yang bisa dicangkok (1), Suatu lahan diberi dosis pemupukan yang sama Setelah itu sebagian lahan ditanami benih padi dan sebagian yang lain ditanami benih kacang tanah Menurut anda tanaman mana yang akan lebih cepat tumbuh? Mengapa demikian? (1), Stek pohon durian (1), stek durian unggul (1), pupukdurianbiarberbuah (1), Sawit unggul berbuah mulai brp (1), Sebaiknya berapa lama memupuk tanaman? (1), Semai biji kelengkeng (1), setek pucuk durian (1), Sistim akar tunggang empat pohon durian (1), skala ekonomis kebun pepaya (1), Stek alpokat (1), stek durian bangkok (1), tanaman durian steek (1), Mena2m alpukat (1), Bibit durian yg bagus (1), cangkok berakar berapa hari (1), cangkok durian dan lai (1), cangkok kakao (1), cangkok rambutan rapia (1), Capa menyetek pohon durian agar sama kualitas-a dengan induknya com (1), Cara berkebun di media tanah kuning (1), cara berkebun lengkeng n jeruk (1), cara bertanam poho durian motong (1), cara cangkok Durian dari pohon (1), Budidayadurianmerah (1), Budidaya tanaman cangkok rambutan (1), Bibit durian yg cepat berbuah (1), bisnis berkebun durian (1), Brapa th swit brbuah (1), Brp lama panen kakao cangkok (1), Budidaya durian bangkok (1), budidaya durian motong (1), BUDIDAYA DURIAN OTONG (1), budidaya kebun untung cepat (1), budidaya pohon durian agar cepat berbuah (1), cara cangkok durien bangkok (1), Cara cara pencangkokan/ penyetekan (1), cara cepat membuah kan durian (1), Cara menanam dan merawat durian motong (1), Cara menanam durian cepat berbuah (1), cara menanam durian monthong (1), Cara menanam pepaya supaya cepat berbuah com (1), cara menanam pohon durian & perawatannya (1), cara mencangkok atau stek pada lengkeng (1), cara mencangkok pohon durian (1), cara mencangkok pohon durian agar cepat tumbuh akar (1), Cara menempel samping tanaman kakao dan rambutan (1), cara menanam buah kelengkeng biar berbuah 1 atau 2 (1), 1meter lahan bisa ditanam berapa biji karet (1), cara membuat cangkokan buah (1), cara membuat durian cpt berbuah dan bnyk (1), cara membuat obat perangsang tanaman buah (1), Cara membuat Perangsang mangga organik (1), CARA MEMBUAT PUPUK ZPT (1), Cara membuat zpt akar (1), cara mempercepat pohon berbuah yang ditanam dari biji (1), cara mempercepat pohon berbuah yg ditanam dari biji dng daun com (1), cara mempercepat pohon durian cepat buah (1), Cara mengolah tanah untuk ditanami durian (1), BIBIT DURIAN STEK 3 IN 1 (1), agar cepat berbuah bibit durian dari biji (1), Aspek budidaya durian pengolahan tanah (1), Bagai mana Cara membuat bawang merah jadi perangsang pohon karet (1), bagaimana agar biji tanaman hias dapat tumbuh ? (1), bagaimana cara memindahkan cangkokan dari batang ke tanah biar tidak layu (1), Bagaimana cara supaya pokok sawit brbuah bnyak (1), bagaimana ciri ciri tanah subur (1), bagaimana ciri-ciri cangkokan rambutan sudah berhasil (1), bagaimana merekayasa buah agar buah berbuah sepanjang tahun (1), bagaimana teknik menempel kakao yang benar (1), Apakah cengkeh dapat dicangkok (1), Apakah cengkeh bisa di cangkok? (1), agar daun dan akar mangga subur (1), agar pohon durian dari biji cepat berbuah (1), agar tanaman cangkok cepat berbuah (1), agar tanaman mangga bisa cepat tumbuh besar dan berbuah (1), AGAR TANAMAN MANGGA CEPAT TUMBUH BESAS (1), akar tumbuh dari hasil cangkokan berapa lama? (1), analisa budidaya kebun durian (1), Apa nama Pupuk cengkeh cpt berbuah (1), Apa Obat perangsang akar pada cangkokan (1), bagimana tanam stek pohon mangga i (1), bahan kimia untuk membuat perangsang akar tanaman (1), bawang merah buat perangsang akar (1), Berapa tahun Durian berbuah (1), Berapa th pokok sawit brbuah (1), Berapa thn sawit brbuah (1), berapa umur berbuah buah durian cangkok (1), berapa umur coklat berbuah (1), berkebun buah tumpang sari (1), biar pohon durian berbuah di kasih pupuk apa (1), biar pohon durian cepat besar (1), bibit durian cepat berbuah (1), berapa tahun alpukat berbuah (1), Berapa meter pohonkaret dipangkas (1), Bawang merah sebagai perangsang akar (1), benih tanaman cepat buah (1), berapa bulan cangkok durian (1), berapa hari biji cabe berakar dan berdaun (1), Berapa lama bibit durian dinaungi setelah tanam (1), berapa lama bibit durian okulasi berbuah ? (1), berapa lama durem berbuah (1), berapa lama pokok durian belanda berbuah (1), berapa lamanya berbuah pohon durian setelah dicangkok (1), Bibit durian ditanam dari biji berbuah umur (1), Cara mengolah tanah untuk tanaman muda (1), ciri tanah yang baik untuk ditanami pohon durian (1), Foto foto tata cara ukulasi (1), gambar cangkokan durian montong berbuah (1), gambar cara menyambung pada tanaman kelengkeng (1), gambar celengkeng cangkokan (1), gambar okulasi durian (1), Gambar pemangkasan durian (1), gambar pohon durian montong (1), gambarkebun duren (1), harga pohon cangkokan durian montong (1), foto cara okulasi tanaman duren cepat berbuah (1), duriangenjah (1), ciri tanaman durian monthong (1), Ciri2 tanah yg bisa di tanam kedelai (1), cocok tanam buah2 (1), Contoh proposal usaha tentang tanaman durian (1), contoh usaha kecil berbuah besar (1), dosis zpt agar durian cepat besar (1), durian berumur genjah (1), durian cangkok bisa berbuah (1), durian umur genjah (1), jarak tanam stek buah pohon rambutan (1), jarak tanam stek pohon rambutan (1), Jenis & nama pupuk tanaman buah-buahan durian lokal (1), Larutan/obat agar okulasi berhasil apa ? (1), Macam macam peransang tumbuhan (1), macam2 cara cangkok stek tempel tanaman buah (1), mana yang lebih cepat tumbuh antara benih padi dan benih kacang tanah jika diberi dosis pemupukan yang sama (1), manakah yang paling bagus mencangkok atau stek (1), Mangga stek bera lama berbuah (1), Memilih bibit/benih tanaman durian (1), Mempercepat pertumbuhan cengkeh (1), Mempercepat pertumbuhan klengkeng (1), kopi tumbuh pada suhu berapa ? (1), keunggulan okulasi (1), Jenis cengkeh yg cpt berbuah (1), jenis durian yang berbuah sepanjang musim (1), Jenis Pupuk untuk mempercepat pertumbuhan durian montong (1), jenis pupuk utk durian kecil (1), Jenis2 durian unggul (1), jenis2 durian yang cepat berbuah (1), jual bibit pohon durian okulasi unggul (1), kebun durian belanda (1), Ketinggian pohon durian stek (1), mempercepat usia pohon cengkeh berbuah (1), Ciri pohon yang boleh cangkok (1), cara mengukulasi atau stek pohon durian (1), Cara merangsang buah tanaman mangga dengan cara pengeringan (1), Cara merangsang pohon durian agar cepat berbuah (1), Cara merawat durian Cangkok cepat berbuah (1), cara merawat durian dimusim kemarau (1), cara merawat kakao tempelan umur 1-2 tahun (1), Cara merawat pohon cengkih agar cepat berbuah (1), cara okulasi / stek Pohon Durian (1), cara okulasi duren (1), Cara pemangkasan pepaya supaya cepat berbuah com (1), cara menyetek tanaman durian (1), Cara menyetek pohon klengkeng (1), Cara mengukulasi jeruk(photo) (1), Cara menstek alpokat (1), cara menstek pohom pucuk merah (1), cara menstek pohon durian (1), Cara menyangkok / stek cepat (1), cara menyemaikan durian (1), cara menyetek durian praktis (1), cara menyetek pohon blimbing (1), cara menyetek pohon duren (1), Cara pemangkasan pohon cengkeh usia tua (1), Cara pembibitan padi biar bagus tumbuh (1), cara pilih durian cangkokan (1), cara tempel tanaman cabe (1), cara ternak durian bangkok (1), Cara ukulasi tanaman buah (1), cara yang boleh diambil oleh pengusaha durian untuk meningkatkan kualitas buah durian (1), caramerawatdanmemupukdurian (1), cepat berbuah durian (1), ciri - ciri bibit durian yg bagus (1), Ciri ciri pertumbuhan tanaman mangga umur 2 tahun yang baik (1), Ciri ciri pohon durian simas (1), cara stek tumbuhan buah (1), cara stek pucuk bibit durian (1), cara pilih durian cangkokan yg baik (1), Cara sambung pucuk & perawatanya kakao (1), cara setek durian (1), cara setek pucuk tanaman mangga lebih detil (1), cara stek batang rambutan (1), cara stek buah durian biar cpt berbuah (1), CARA STEK DUKUH (1), cara stek durian bangkok (1), Cara stek pohon (1), ciri ciri tanah yang baik untuk pertumbuhan biji (1)

Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia dan oelostegia. Ada puluhan durian yang diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian tersebut adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi) dan sihijau (Kalimantan Selatan).

SYARAT TUMBUH

Iklim

Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000-3500 mm/tahun dan minimal 1500-3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dengan kemarau 1-2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus.

Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 60-80%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.

Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20-30 derajat C. Pada suhu 15 C durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35 derajat C daun akan terbakar.

Media Tanam

1. Tanaman durian menghendaki tanah yang subur (tanah yang kaya bahan organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga mudah membentuk remah.

2. Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, dan kemampuan mengikat air tinggi.

3. Derajat keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah (pH) 5-7, dengan pH optimum 6-6,5.

4. Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalam cukup, (50-150 cm) dan (150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ dalam, rasa buah tidak manis/tanaman akan kekeringan/akarnya busuk akibat selalu tergenang.

Ketinggian Tempat

Untuk budidaya durian, dalam pemilihan lokasi budidaya ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yang berbukit/yang kemiringannya kurang dari 15 kurang praktis daripada lahan yang datar rata.

PEDOMAN BUDIDAYA

I. Pembibitan

A. Persyaratan Benih

Biji untuk bibit dipilih dari biji yang memenuhi persyaratan:

· Asli dari induknya.

· Segar dan sudah tua.

· Tidak kisut.

· Tidak terserang hama dan penyakit.

B. Penyiapan Benih dan Bibit

Budidaya durian perbanyakan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generatif (dengan biji) atau vegetatif (okulasi, penyusuan atau cangkokan).

a. Pengadaan benih dengan cara generatif

Memilih biji-biji yang tulen/murni dilakukan dengan mencuci biji-biji dahulu agar daging buah yang menempel terlepas. Biji yang dipilih dikeringkan pada tempat terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tidak berkecambah/rusak dan merosot daya tumbuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dengan baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2-3 minggu sesudah diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.

b. Pengadaan bibit dengan cara okulasi

Persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur, sistem perakaran bagus dan produktif. Biji yang ditumbuhkan, dipilih yang pertumbuhannya sempurna.

Setelah umur 8-10 bulan, dapat diokulasi, dengan cara:

1) Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (± 1 cm). Dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.

2) Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm sehingga mirip lidah.

3) Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.

4) Sisipan “mata” yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak. Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.

c. Penyusuan

1) Model tusuk/susuk

· Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah pucuk. Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong dan dibuang, kemudian disayat sampai runcing. Bagian yang runcing disisipkan kebelahan calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali rafia.

· Selama masa penyusuan batang yang disatukan tidak boleh bergeser. Sehingga, tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada tanaman induk (batang tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup. Biasanya, setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yang disusukan. Tanaman muda yang kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model tusuk atau susuk ini dapat lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yang masih muda atau belum berkayu keras.

2) Model sayatan

· Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk yang sudah berbuah dan besarnya sama.

· Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama.

· Setelah kedua batang tersebut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama.

· Setelah 2-3 minggu, sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti penyusuan tersebut berhasil.

· Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong/dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.

· Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.

d. Cangkokan

Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang rimbun, besar cabang tidak lebih besar daripada ibu jari (diameter=2-2,5 cm), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus disiram secara rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari.

Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut:

1) Pilih cabang durian sebesar ibu jari dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan.

2) Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas.

3) Bersihkan lendir dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.

4) Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dengan plastik/sabut kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh.

5) Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yang subur.

C. Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan

Usaha budidaya durian, bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian. Biji durian yang sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. Biji dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atau langsung ditanam di polibag. Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak, dengan media tanah dan pasir perbandingan 1:1 yang diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20-23 derajat C). Biji ditanam dengan posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah), dan sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dengan lainnya adalah 2 cm membujur dan 4-5 cm melintang. Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dengan larutan fungisida, kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan tudung akar langsung masuk ke dalam media yang panjangnya ± 3-5 cm. Saat itu tutup plastik sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yang sudah besar siap dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag.

D. Pemindahan Bibit

Bibit yang akan ditanam di lapangan dalam budidaya durian sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75-150 cm atau berumur 7 – 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua.

II. Pengolahan Media Tanam

1. Persiapan

Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi.

2. Pembukaan Lahan

Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit berlangsung. Batu-batu besar, alang-alang, pokok-pokok batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang akan menganggu pertumbuhan.

3. Pembentukan Bedengan

Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur.

Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran untuk penampung air. Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

4. Pengapuran

Dalam usaha budidaya durian, keadaan tanah yang kurang subur, misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 – 6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat diatasi dengan pengapuran. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%.

Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu dan disiram 4-5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomit.

III. Teknik Penanaman

1. Penentuan Pola Tanaman

Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m.

Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman horti (lombok, tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar.

2. Pembuatan Lubang Tanam

Budidaya durian , pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ± 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali.

Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat.

Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.

3. Cara Penanaman

Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat.

Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut :

a) Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)

b) Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher

c) Lubang ditutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi air agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah air.

d) Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.

e) Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung.

IV. Pemeliharaan Tanaman

1. Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya.

Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yang ada.

2. Penyiangan

Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan dalam budidaya durian , perlu dilakukan penyiangan (± diameter 1 m dari pohon durian).

3. Pemangkasan/Perempelan

a. Akar durian

Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama ± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.

b. Peremajaan

Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya,tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan.Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin parafin. Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapat diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah ± 1 – 1,5 m atau 2 – 2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah.

c. Pembentukan tanaman yang terlanjur tua

Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukup dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dengan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik dan diikat dengan pasak. Dengan demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal.

d. Pemupukan

Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsur hara yang terkandung dalam tanah.

Cara memupuk

1) Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

2) Jenis dan dosis pemupukan

Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang,kompos, pupuk hijau serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200gr perpohon. Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK itu dilakukan rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun.

Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organik kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman.

Tanaman durian yang telah berumur ≥ 3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20-25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya.

Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 500 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 600-625 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon menjelang berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga).

e. Pengairan dan Penyiraman

Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu.

Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

f. Waktu Penyemprotan Pestisida

Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh Atonik dengan dosis 1 cc/liter air dan ditambah dengan Metalik dengan dosis 0,5 cc/liter air. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna.

Jenis insektisida yang digunakan adalah Basudin yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga.

Untuk cendawan cukup melaburi batang dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian dilaburi oleh fungisida tersebut.

g. Pemeliharan Lain

Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja.