Teknik Budidaya Durian


bibitdurian.masandry.com – Durian merupakan salah satu buah yang paling favorit dan kedatangan musimnya paling dinantikan kebanyakan orang. Hal ini dikarenakan rasanya yang lezat dan legit juga bisa dijadikan berbagai aneka bentuk makanan. Diantaranya adalah dodol, lempok, es duren, kolak duren, cendol dan banyak lagi. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran-an sehingga menjadi durian. Kata ini dipergunakan karena mewakili bentuk kulit buahnya yang berduri tajam.

Tanaman durian berasal dari kawasan Asia Tenggara. Tumbuhnya kebanyakan berupa tanaman liar di hutan-hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur).

Disamping durian lokal, saat ini juga sudah banyak dikembangkan berbagai varietas durian unggul. Durian unggul berasal dari hasil persilangan yang disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian unggul tersebut antara lain adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi) dan sihijau (Kalimantan Selatan).

Untuk mendapatkan hasil panen durian yang maksimal, bibit varietas unggul saja belumlah cukup. Tetapi harus diiringi langkah-langkah yang tepat. Salah satu diantaranya adalah teknik penanaman. Teknik penanaman durian adalah sbb.

1) Penentuan Pola Tanam
Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m, sedangkan kultivar durian berumur sedang, jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman hortikultura antara lain lombok, tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar.

2) Pembuatan Lubang Tanam
Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua, sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian dan sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama 1 minggu, kemudian lubang tanam ditutup kembali.

Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur dengan pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat. Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah, tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.

3) Cara Penanaman
Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh setinggi 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat.

Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut :

a) Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)
b) Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher
c) Lubang ditutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.
d) Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.
e) Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung.(Penulis Inang Sariati)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *